Sport

Hockey Saya Pilih Setelah Basket

Pinterest LinkedIn Tumblr

Hockey saya pilih meski tahu tak sepopuler olahraga sepakbola, bulu tangkis atau pun bola basket. Namun saya sengaja memilih untuk menekuninya bukan tanpa alasan setelah sebelumnya bermain basket

Semua orang boleh punya alasan tapi bagi saya pribadi olahraga ini cukup menarik dan menantang. Mencoba memperkenalkan olahraga yang identik dengan stick dan bola ini ke tanah air.

Minimal kepada teman-teman sepermainan bahwa olahraga Hockey telah banyak peminat di tanah air. Salah satu bukti nyata cabang olahraga ini telah diikutsertakan di Pekan Olahraga Nasional.

Kebetulan untuk tahun 2020 nanti PON akan diselenggarakan di tanah Papua dan saya menjadi salah satu kontingan dari tim DKI Jakarta. Ada satu kebanggan tentunya bisa bermain di level nasional.

Oh ya buat kalian yang penasaran Hockey itu sebenarnya olahraga dari mana bisa cari di google ya bila ingin detail. Namun secara sederhana dapat saya sampaikan olahraga ini konon berasal dari Persia.

Masuk ke tanah air di bawa oleh orang Inggris dan Belanda. Pelan tapi pasti olahraga tak populer tapi istimewa ini mulai dikenal publik. Saat ini setidaknya ada jenis 3 Hockey yang dimainkan mulai dari field hockey atau hockey lapangan, indoor hockey atau hockey ruangan dan ice hockey atau hocky es.

Dan saya tergabung dalam tim indoor hocky. Bertemu para atlet terbaik dibidangnya menjadi kesempatan langka. Dimana dengan olahraga ini melatih fisik dan mental untuk kuat. Minimal menjadi lebih kuat menghadapi kenyataan tentunya karena hidup tak seindah impian.

Butuh kerja keras dan latihan untuk mencapai sukses. Sama halnya dalam olahraga kita dituntut untuk lebih disiplin, memaksa tubuh dan pikiran melampaui batas normal untuk mencapai prestasi terbaik.

Bukan hasil yang saya cari tapi proses untuk menjadi berhasil itu yang saya harapkan. Tak ada alasan lelah dan letih untuk terus berlatih. Bahkan dalam satu pekan bisa berlatih hingga 4-5 kali membuat tubuh seringkali merengek dan ingin istirahat.

Demi hasil optimal rasa lelah itu diabaikan dan saya akan terus berlari dan berlari untuk menggapai mimpi. Satu mentalitas yang akan diterapkan dalam kehidupan.

Apapun peran kita, apapun pekerjaan kita satu yang pasti kerja keras itu utama. Tak lupa tentunya dengan doa karena semua pasti melibatkan yang diatas.

Bukan saya sok suci atau apa, tapi saya percaya kun fayya kun. Apa yang terjadi maka terjadilah. Ingat sukses itu bukan karena hoki tapi karena kerja keras dan doa ya.

Write A Comment